Menurut Kantor Berita ABNA, jenazah salah seorang komandan pasukan Zulfiqar yang syahid ketika bertugas menjaga Haram Sayyidah Zainab di Suriah dikabarkan akan dibawa ke Irak tidak lama lagi.
Fadhil Shubhi yang terkenal sebagai sebutan Abu Hajir gugur syahid terkena tembakan di bagian dada dan pinggangnya dalam sebuah aksi penyerangan oleh anasir pemberontak ketika hendak memasuki komplek Haram Sayyidah Zainab beberapa hari sebelumnya.
Salah seorang komandan pasukan pengawal Haram yang bernama Abu Ghadir membenarkan kesyahidan Abu Hajir dengan mengatakan, "Para pengawal Haram Sayyidah Zainab as tidak hanya memikul tanggung jawab mempertahankan makam putri Amirul Mukminin as ini semata-mata, namun juga memikul tugas lebih besar dengan turut bertugas di kawasan penduduk di Suriah yang menjadi sasaran serangan para teroris."
"Abu Hajir salah seorang anggota pasukan yang pemberani. Beliau ditugaskan di kota Dar'a, Selatan Suriah selaku komandan pasukan untuk mempertahankan kedaulatan tanah Suriah disana." Tambahnya lagi.
"Sayang, 16 September lalu, Abu Hajir syahid setelah terkena dua tembakan dibagian pinggang dan dadanya. Ketika terkena tembakan, salah seorang teman, Isa Abu Nuh segera datang berniat untuk menolongnya, namun justru beliau juga terkena tembakan yang menyebabkan turut syahid dalam perang tersebut." Lanjutnya.
Disebutkan jenazah Abu Hajir dan Abu Nuh untuk sementara disemayamkan di dalam kompleks Haram Sayyidah Zainab. "Jenazah pemberani ini akan dikirim ke Najaf untuk diarak oleh rakyat negara tersebut, karena beliau berasal dari sana." Lanjut Abu Ghadir.
As-Syahid Abu Hajir, adalah anggota pasukan militan berkewarnegaraan Irak yang sebelum dikirim ke Suriah pernah berkata, "Disini kami telah membentuk brigade Abu Fadhl Abbas dan brigade Zulfiqar yang terdiri dari pejuang dari Irak, Suriah dan beberapa negara lain."
Kedua brigade yang dibentuk Abu Hajir memikul tanggungjawab menjaga keamanan kompleks Haram Sayyidah Zainab as dari agresi militer kelompok teroris yang berusaha menguasai dan hendak merusaknya.